Results for 'Nyoman Sudipa'

7 found
Order:
  1.  58
    Land and Water Carrying Capacity in Tourism Area of Nusa Penida, Bali.Nyoman Sudipa - 2020 - International Journal of Scientific Research and Management (IJSRM) 8 (2).
    Environmental resources are very important in supporting tourism activities. As a developing tourism area Nusa Penida needs sufficient land and water resources. Increasing population of residents and tourists triggers new activities that affect the patterns of land use and available water, which in turn has a negative impact on the availability of land and water. The carrying capacity of the environment is disrupted due to the utilization of environmental resources that exceed its capacity. This study aims to calculate the availability, (...)
    Download  
     
    Export citation  
     
    Bookmark  
  2. A morál költségei – Kant nyomán számolva.Andreas Dorschel - 1991 - Magyar Filozofiai Szemle (4-5):678-708.
    Acting morally comes at a price. The fewer people act morally, the dearer moral acts will be to those who perform them. Even if it could be proven that a certain moral norm were valid, the question might still be open whether, under certain circumstances, the demand to follow it meant asking too much. The validity of a moral norm is independent from actual compliance. In that regard, moral norms differ from legal rules. A law that nobody obeys has eroded (...)
    Download  
    Translate
     
     
    Export citation  
     
    Bookmark  
  3. Nilai Ekofeminisme dalam Tumpek Wariga sebagai Kearifan Lokal Bali dalam Melestarikan Alam.Ni Nyoman Oktaria Asmarani - 2014 - Jurnal Filsafat 24 (1).
    Tumpek Wariga, yang juga disebut Tumpek Bubuh, Tumpek Uduh, atau Tumpek Pengatag adalah salah satu kearifan lokal berwujud perayaan keagamaan masyarakat Hindu Bali. Upacara ini dilakukan dalam rangka pemujaan Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Sangkara sebagai dewa tumbuh-tumbuhan dalam kepercayaan Hindu Bali. Walaupun dalam kebudayaan Bali perempuan dan laki-laki dianggap setara dalam upaya pelestarian alam, perempuan tetap mendapatkan tugas untuk mempersiapkan prosesi upacara agama, seperti Tumpek Wariga ini. Hal ini terjadi sebab perempuan dianggap memiliki karakteristik seperti alam, mereka memiliki kedekatan (...)
    Download  
    Translate
     
     
    Export citation  
     
    Bookmark  
  4. Filsafat Pendidikan Y.B. Mangunwijaya dan Sumbangannya bagi Pendidikan Indonesia.Ni Nyoman Oktaria Asmarani - manuscript
    Salah satu persoalan yang muncul dalam pendidikan di Indonesia adalah masalah kurikulum yang merupakan kebijakan pemerintah. Kurikulum yang diberlakukan di Indonesia, khususnya pada masa Orde Baru, dipandang oleh sebagian orang memiliki kepentingan politik dan terlalu sentralistik (terpusat). Melihat keadaan dan situasi pendidikan Indonesia yang demikian, ada harapan yang ditumbuhkan dengan munculnya tokoh Y.B. Mangunwijaya yang memiliki perhatian terhadap pendidikan khususnya pada anak miskin. Menurut Mangunwijaya, pola pendidikan Barat yang dibawa oleh para penjajah Belanda telah menggeser pola pendidikan tradisional Jawa yang (...)
    Download  
    Translate
     
     
    Export citation  
     
    Bookmark  
  5. Hidup di Antara Batas: Relasi Hewan dan Manusia.Ni Nyoman Oktaria Asmarani - 2018 - BALAIRUNG: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Indonesia 1 (2):166-174.
    Download  
    Translate
     
     
    Export citation  
     
    Bookmark  
  6.  30
    Önigazgatás és föderalizmus: Rehák László és a jugoszláviai nemzetiségi kérdés.Szilárd János Tóth - 2019 - In Márk Losoncz & Krisztina Rácz (eds.), A jugoszláviai magyarok eszme- és politikatörténete 1945-1989. Budapest, Magyarország: pp. 165-180.
    Az alábbi tanulmány a Jugoszláv Kommunisták Szövetségének (JKSZ) nemzetiségi doktrínájáról és politikájáról, valamint a JKSZ egyik prominens vajdasági magyar teoretikusának, Rehák Lászlónak az idevágó írásairól szól. Rehák Lenin és Kardelj nyomán magyarázza a nemzetiségi kérdés összefüggését a gazdasággal. Habár a munkáiban nincs nyílt kritika az alkotmányos renddel és a politikával szemben, amellett érvelek, hogy ha összeszedjük az elszórt és valamicskét burkolt kritikai megjegyzéseit, világos, hogy elég jól látta a rezsim hibáit és igazságtalanságait.
    Download  
    Translate
     
     
    Export citation  
     
    Bookmark  
  7. Ekofeminisme dalam Antroposen: Relevankah?: Kritik terhadap Gagasan Ekofeminisme.Ni Nyoman Oktaria Asmarani - 2018 - BALAIRUNG: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Indonesia 1 (1):126-143.
    Sikap kritis terhadap krisis ekologi yang berdampak buruk pada perempuan telah dimulai oleh Francoise d’Eaubonne dalam bukunya La Feminsme au la Mort (1974). Inilah awal terminologi ekofeminisme diperkenalkan. d’Eaubonne mengungkapkan adanya keterkaitan yang erat antara penindasan terhadap perempuan dan penindasan terhadap alam yang berakar pada kultur patriarki. Dalam sistem ini, perempuan menempati konstruksi posisi yang sama dengan alam yaitu sebagai objek, bukan subjek. Ekofeminisme kemudian lahir untuk memecahkan masalah kehidupan manusia dengan alam yang berangkat dari pengalaman perempuan dan menjadikannya sebagai (...)
    Download  
    Translate
     
     
    Export citation  
     
    Bookmark